Stop Berdebat dan Membandingkan Bisnis MLM Mu

Kamis, 22 Agustus 2013

Beberapa kali saya menemukan beberapa atau dua orang distributor perusahaan MLM sedang bersitegang memperdebatkan keungulan dan kekurangan lawannya, entah itu marketing bisnis plan atau produk-produknya. Adalagi yang lebih parahnya perdebatan dan pembandingan ini terjadi di depan calon konsumen atau prospek. Lalu bagaimana prospek bisa memberikan respek yang baik dan positif kepada mereka ?

berdebat membandingkan
Tidak selamanya membandingkan bisnis kita dengan orang lain itu baik. Dan tidak pasti memenangkan perdebatan itu hebat. Bahkan, dalam perjalanan karir MLM, proses membandingkan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Salah-salah, kita malah terperosok dalam kesalahan yang fatal! Kenapa bisa begitu?

Seandainya jika saja perbandingan yang dibuat seperti kalau dia bisa, pasti saya juga bisa. Sampai disini, proses membandingkan jadi sangat bagus. Kita sungguh jadi lebih terpacu untuk tetap di jalur bisnis ini dalam rangka mengejar impian.

Tapi, kalau hanya pada batas perasaan yang lebih dari sekedar terpacu atau ikut-ikutan di bisnis mlm ini, malah jadi berbahaya. Sepanjang perjalanan dan pengalaman, seringnya rasa ini malah berkembang jadi perasaan minder, merasa gak mampu, lantas berhenti. Atau sebaliknya over-expectation (harapan yang berlebihan), membuat peta sukses yang tidak realistis, kemudian gagal, dan menyerah. Bahkan yang lebih parah, menyalahkan sponsor, upline atau jaringan kita. Kita anggap mereka gak becus membina kita, lalu kita stop, dan pindah ke jaringan lain yang dirasa lebih menjanjikan.

Rawannya perpecahan bahkan sampai dengan menyimpan ketidak sukaan kepada lawan-lawan bisnisnya kerap terjadi, namun kita tidak menyadarinya bahwa hari ini kita berseberangan, dan mungkin saja dikemudian hari kita bisa menjadi sejalan.

Memang, pada dasarnya sudah pasti ada leader-leader tertentu dalam suatu bisnis MLM yang karirnya melesat setinggi langit dan status bertabut bintang. Dia bisa mencapai kesuksesan hanya dalam waktu singkat, setahun atau setahun lebih sedikit sudah ada di level diamond atau lebih. Kita biasanya sangat kagum pada figur ini. Perasaan kita bermacam-macam, mulai dari bertanya-tanya dalam hati cara dia bagaimana, kenapa dia bisa kita kok tidak, muncul juga keyakinan kalau dia bisa seharusnya kita bisa, semuanya tergambar pokoknya campur-baur deh. Ya ngga?

Satu hal yang sering kita lupakan adalah, apa yang kita lihat adalah apa yang terjadi di depan layar. Jadi hanya yang tampil di hadapan kita. Namun kita lupa dan mengabaikan apa yang dia kerjakan di belakang layar.

Kenyataannya, manusia itu tidak ada yang sukses dengan cepat alias instan. Kita tidak pernah tahu perjuangan si leader bertabur bintang ini. Perjuangan seseorang jangan dihitung sejak dia mulai bergabung dengan sebuah bisnis MLM lho! Pembentukan karakter leader, pembentukan mental baja, pembentukan jiwa yang tegar dan tidak mudah menyerah sudah terjadi jauh sebelum si leader ini bergabung dengan bisnis MLM yang sama dengan kita. Kita saja yang tidak tahu.

Jadi, kalau suatu hari nanti kita bertepuk-tangan untuk merayakan kesuksesan seorang leader yang sedang dielu-elukan di panggung, ingat baik-baik bahwa selalu ada “story behind the scene” dari keberhasilan ini. Ada pekerjaan-pekerjaan yang sudah dia lakukan, tapi belum kita kerjakan. Ada jam-jam kerja keras yang panjang, yang si leader lalui, saat kita sedang tidur atau bersantai-santai.

Sadarlah kita, bahwa dari pada membuang-buang waktu dan energi untuk berdebat dan membanding-bandingkan bisnis MLM kita, lebih baik kita memanfaatkan sumber daya yang kita miliki hanya untuk membesarkan bisnis MLM yang kita kelola dan kesuksesan dapat diraih di masa depannya. Sehingga kita bisa terbang setinggi langit dan bertabur bintang seperti para senior leader yang sudah sukses terlebih dahulu.

Melalui artikelnya mungkin kita para distributor MLM yang khususnya sebagai distributor MLM Gensei bisa lebih sukses dan lebih memperbaiki citra bisnis ini dimata masyarakat.