Tips Memberi Motivasi Kepada Downline Jaringan MLM

Kamis, 22 Agustus 2013

Kesuksesan dalam mengembangkan bisnis mlm / Multi level marketing tidak akan terlepas dari kemampuan yang wajib dimiliki dalam hal memberikan dorongan serta motivasi kepada jaringan downline.

Apa kata pakar MLM dalam berbagi rahasia unuk hal ini.
“Memimpin dengan memberikan contoh, ini adalah cara terbaik untuk memotivasi downline kita, tim bisnis kita. Tapi ingat, memberikan contoh tidak berarti kita bersikap seperti cheerleader atau senantiasa menemani si downline ya!”
semangat motivasi
Dalam hal ini yang di maksud dari memberikan contoh adalah selalu membantu mengarahkan si downline/tim akan berbagai cara untuk fokus membangun bisnisnya, membantu mereka memahami poin apa saja yang bisa meningkatkan kesuksesan, dan cara menduplikasi usaha/kerja kita, sebagai upline.

Memberikan panduan serta contoh juga berarti membangun relasi yang baik, menanamkan kesabaran, menjadi mentor dan selalu memberikan semangat bagi mereka. Pemahaman akan karakter masing-masing downline akan sangat membantu kita untuk menyesuaikan cara kerja sama yang terbaik.

Sebagian orang mengatakan MLM terkenal sebagai “bisnis relasi”, tapi kenyataan yang sesungguhnya ini adalah bisnis kepemimpinan (leadership business). Seorang pemimpin tidak diukur dari sebanyak apa pengikut yang dimilikinya, tapi sebanyak apa pengikut yang terinspirasi olehnya.

Bila anda adalah seorang pebisnis MLM, penting sekali untuk memahami kunci-kunci sukses dalam bisnis ini. Meraih penghasilan yang tinggi dan mendapatkan kebebasan finansial  erat kaitannya dengan hubungan yang anda  jalin dengan para downline, besarnya motivasi mereka, kesetiaan pada tim, dan duplikasi.

Mari kita coba untuk membahas satu-persatu poin-poin diatas:

Relasi Pertemanan
Pada mulanya, kebanyakan orang bergabung dengan dengan bisnis MLM karena alasan uang. Memang biasanya motif ini yang dikedepankan saat sponsor melakukan presentasi.
Namun faktanya, dalam bisnis MLM kita akan dihimbau untuk selalu melakukan aktivitas rekrut-rekrut-rekrut dan pendekatan personal dengan member baru kita. Tambahan, saat akan melakukan follow-up, kita juga senantiasa diminta oleh upline/sponsor untuk melakukan follow-up yang personal, bukannya via autoresponder (bagi yang melakukan bisnis MLM secara online).

Saran-saran diatas bukan tanpa alasan, sebab bisnis MLM memang  bisnis pertemanan. Kedekatan hubungan personal menjadi titik terpenting dalam bisnis ini. Hubungan baik sudah harus mulai diciptakan sesaat setelah kita bertemu prospek. Setelah mereka bergabung dalam tim, kita harus berupaya mengenali satu persatu anggota tim kita dan memberikan penghargaan atas kehadiran mereka dalam bisnis ini. Pendekatan semacam ini biasanya manjur untuk memotivasi grup kita agar tetap tekun dan fokus. 

Loyalitas
Seringnya, mereka yang bergabung di bisnis MLM hanya untuk menghasilkan uang dan mengabaikan sisi pertemanan akan cepat pergi dari bisnis ini. Memahami bisnis MLM adalah menyadari bahwa kesetiaan terhadap tim menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan.

Maksudnya adalah, sebagai seorang leader, kita harus menanamkan pondasi kesetiaan ini pada downline-downline kita, sampai mereka mandiri, mampu menduplikasi sistem loyalitas ini serta menjadi mentor bagi tim mereka masing-masing. 

Duplikasi
Duplikasi memiliki arti: Kita memiliki satu sistem bisnis yang sederhana, sistem pelatihan dan pemasaran yang mudah untuk ditiru serta fasilitas yang memadai untuk melakukan follow-up dan membangun relasi pertemanan.

Arti lainnya adalah: Sistem kepemimpinan yang siap membantu member-member baru untuk melakukan prospekting, pertemuan dan berkomunikasi, hingga akhirnya mampu memotivasi para downline untuk meniru gaya bisnis kita.

Dalam bisnis MLM, kemampuan dan kemauan duplikasi adalah kunci sukses. Sekuat mungkin, bangunlah kemampuan Anda untuk mendorong downline-downline Anda melakukan duplikasi.]

Keyakinan
Sekali saja kita mampu membuktikan bahwa kesuksesan dalam bisnis MLM adalah SESUATU YANG MUNGKIN, kita telah menanamkan keyakinan yang sangat penting pada downline kita untuk meraih kesuksesan.

Karena itu, berusahalah untuk menarik dan mengajak grup Anda dalam pertemuan dengan leader dan membuka sesi-sesi konsultasi agar downline Anda terbuka dan termotivasi untuk terus.

Tanggung Jawab
Bagaimana kira-kira cara kita bisa menanamkan di benak downline untuk bertanggung jawab atas kesuksesan mereka sendiri?

Mungkin kalimat ini dapat menggugah mereka: “Bila Anda sukses di bisnis ini, sebenarnya bukan karena saya, tapi karena Anda sendiri. Dan bila Anda gagal, itu juga bukan karena saya, tapi karena Anda sendiri”

Tapi kita sadari bahwa tidak tidak setiap orang akan mempan dinasehati seperti itu. Ada orang-orang tertentu yang harus dibantu dan dimotivasi dengan sangat kuat agar tetap tekun. Tugas kitalah, sebagai sponsor, untuk melakukannya. Intinya, setiap individu butuh pendekatan kepemimpinan yang berbeda. Maka bantulah hingga mereka mampu menduplikasi dan memimpin grup mereka sendiri.

Semoga dengan artikel ini rekan-rekan distributor MLM khususnya para distributor gensei bisa lebih menambah wawasan dan keterampilannya.